Amal Ilmiah YAPIS Wamena

Uncategorized

PKKMB Sebagai Landasan Awal Pengenalan Kehidupan Kampus

STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi calon mahasiswa yang mendaftar pada tahun akademik 2018/2019. Pelaksanaan PKKMB selama 4 hari dimulai tanggal 13 Agustus sampai dengan tanggal 16 Agustus 2018, dengan mengusung tema “Merawat Bhineka Tunggal Ika di Rumah kita STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena”.

Dalam laporannya, ketua PKKMB 2018 Theopilus I. N. Kapisa menyebutkan bahwa PKKMB Tahun Akademik 2018/2019 kali ini diikuti oleh 60 mahasiswa lama dari berbagai program studi dan 271 mahasiswa baru yang terdiri dari 77 mahasiswa program studi Administrasi Publik, 100 mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahn dan 64 mahasiswa program studi Administrasi Bisnis S1 dan D3. Sehingga total keseluruhan mahasiswa yang mengikuti PKKMB berjumlah 301 mahasiswa/i. Theopilus menambahkan, bahwa PKKMB merupakan landasan awal yang harus dilewati oleh mahasiswa baru untuk mengenal kultur belajar di kampusnya.

Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, Bapak Dr. H. Rudihartono Ismail, M.Pd dalam sambutannya berpesan kepada seluruh panitia kegiatan selama 4 hari kedepan agar mematuhi surat edaran tahun 2018 dari Kemristekdikti tentang PKKMB 2018 untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Lebih lanjut, Beliau mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengenalan dan pembelajaran kepada para mahasiswa baru bagaimana belajar di Perguruan Tinggi. Disamping itu, beliau menghimbau dari total 301 mahasiswa yang mengikuti PKKMB 2018 masih ada sebagian mahasiswa baru yang belum mendaftar agar segera diidentifikasi untuk diikutkan di tahun yang akan datang.

Ketua Yapis di Tanah Papua Cabang Kabupaten Jayawijaya, Bapak Sanggup Abidin, S.Pd., M.Si. dalam sambutannya pun menambahkan bahwa hendaknya dalam melaksanakan semua kegiatan dikampus sesuai dengan standar operasional, diakomodir dengan baik dan melaporkan hasilnya termasuk PKKMB 2018. Beliau juga berpesan kepada seluruh pegawai STISIP AI Yapis Wamena untuk memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada seluruh mahasiswa. (Humas)

STISIP Amal Ilmiah YAPIS Wamena Jalin Kerjasama dengan Malaysia

Serangkaian pertemuan dengan empat pimpinan perguruan tinggi di Malaysia dilaksanakan oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah YAPIS Wamena. Dimulai dari Universiti Kebangsaan Malaysia, kemudian dilanjutkan dengan Universiti Teknikal Malaysia, selanjutnya Universiti Sultan Zainal Abidin, dan terakhir Kolej Universiti Yayasan Pahang.

Ketua STISIP Amal Ilmiah YAPIS Wamena, Dr. Rudihartono Ismail menegaskan bahwa dengan pelaksanaan rintisan kerjasama ini untuk mengukuhkan upaya pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yang diemban STISIP Amal Ilmiah YAPIS Wamena. Sementara itu, dengan rintisan ini juga akan menjadi peluang dalam memperluas jejaring YAPIS Papua secara umum.

Dalam rangkaian rintisan ini juga, Delegasi STISIP Amal Ilmiah YAPIS Wamena mengikuti kegiatan International Conference on Globalization and ASEAN yang dilaksanakan di Universiti Sultan Zainal Abidin. Direktur konferensi, Dr. Suyatno yang juga Sekretaris Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) menyatakan bahwa pelaksanaan konferensi yang saat ini berlangsung sebagai upaya dalam rangka menjalin hubungan kerjasama secara dekat perguruan tinggi Malaysia dan Indonesia.

Diskusi dengan keempat perguruan tinggi tersebut akan menjadi awal dalam melaksanakan kolaborasi dan sinergi perguruan tinggi. Tidak hanya sebatas konferensi, tetapi juga peluang-peluang untuk studi lanjut. Bersama dengan STISIP Amal Ilmiah, keempat perguruan tinggi tersebut akan melaksanakan kolaborasi pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, beberapa peluang lain didiskusikan untuk menjadi bagian dari kerjasama perguruan tinggi luar negeri. “STISIP Amal Ilmiah YAPIS Wamena juga berusaha dan berikhtiar untuk turut meningkatkan akreditasi dan begitu juga dengan mengikuti pemeringkatan perguruan tinggi” tegas Dr. Rudihartono. (seaam)

STISIP Amal Ilmiah YAPIS Wamena Jadwalkan Kegiatan Peneliti Belia

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (STISIP) Amal Ilmiah YAPIS Wamena, Dr. H. Rudihartono Ismail menegaskan komitmen pendidikan yang diemban YAPIS. Dengan kelembagaan sekolah tinggi yang dipimpinnya, bukan berarti hanya fokus pada pendidikan tinggi semata.

“Kita akan melaksanakan juga kegiatan peneliti belia dalam skala nasional”, demikian dinyatakan Ketua STISIP Amal Ilmiah setiba di tanah air setelah menyelesaikan serangkaian diskusi dan pertemuan untuk pelaksanaan Baliem Research and Inovation Forum (BRIF) 2019 dengan perguruan tinggi Malaysia dan Thailand.

Dengan ajang peneliti belia, justru memperkenalkan STISIP Amal Ilmiah dan juga sebagai bagian untuk pengembangan pendidikan dasar yang dikelola di lingkungan YAPIS se-Tanah Papua. Ratusan lembaga pendidikan yang dijalankan dalam pelbagai tingkatan. Mulai dari pendidikan usia dini, sampai ke jenjang pendidikan tinggi.

Dr. H. Rudihartono Ismail juga mengemukakan bahwa saat ini, langkah-langkah dalam pelaksanaan BRIF mulai disosialisasikan. Dengan demikian, forum ini akan menjadi ajang untuk pengembangan STISIP Amal Ilmiah yang sementara ini mengajukan alih status menjadi Universitas Amal Ilmiah (UNAIM). “Justru dengan pelaksanaan BRIF akan menjadi langkah awal dalam menjadikan Baliem sebagai instrumen untuk menjalin kerjasama melalui riset dan inovasi.

Simposium Nasional Peneliti Belia hanyalah satu dari serangkaian acara BRIF. Juga akan dilaksanakan konferensi internasional. Begitu pula dengan workshop yang berkaitan dengan beberapa aspek antara lain pengelolaan jurnal, penulisan artikel, dan kolaborasi riset. Dengan demikian “perguruan tinggi Tanah Papua diikhtiarkan akan turut bersanding dengan perguruan tinggi se Asia Tenggara” tutur Dr. Rudihartono. (tunascendekia)

STISIP Menyelenggarakan Workshop SPMI

STISIP Amal Ilmiah YAPIS WAMENA baru-baru ini telah melakukan workshop SPMI dengan Thema : Penyusunan Rencana Mutu dan praktek Audit Internal berbasis akreditasi. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi dosen tentang bagaimana cara mengaudit mutu internal yang berbasis akreditasi sekaligus mempersispakan tenaga untuk menjadi Auditor SPMI di Lingkungan STISIP Amal Ilmiah Yapis wamena dan juga untuk membekali dosen dalam penyusunan RPS yang disesuaikan dengan kurikulum berbasis KKNI. Narasumber dalam Workshop ini adalah Prof. Dr. Ir. ABD. Makhsud, DEA, Ketua LPM UMI Makassar dan Prof. Dr. Dirayah Rauf Husain, M.Sc. Workshop ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai pada tanggal 19 sampai dengan 21 Oktober dengan materi antara lain:

  1. Implementasi SPMI Dan Penyusunan Rencana Mutu
  2. Kebijakan dan Teori Audit Mutu Internal
  3. Perencanaan dan Pelaksanaan Audit Mutu Internal
  4. Penyusunan RPS
  5. Praktek Penyusunan RPS
  6. Praktek Audit Dokumen.

Studi Banding STISIP Wamena dengan STKIP Muhammadiah Sorong

KBRN, Aimas: Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Wamena melakukan study banding ke STKIP Muhammadiyah Sorong yang dilatar belakangi oleh suksesnya STKIP Muhammadiyah Sorong dalam melakukan beberapa hal termasuk pertimbangan berkembang pesatnya STKIP Muhammadiyah Sorong dalam kurun waktu 12 tahun semenjak didirikan.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Wamena, Dr. H. Rudihartono Ismail, M.pd. mengatakan study banding yang dilakukan untuk mengambil contoh keberhasilan STKIP Muhammadiyah dalam pengelolaan perguruan tinggi, kendati baru, namun kemajuan yang dialami STKIP menyamai perguruan tinggi lainnya yang telah lama berdiri, selain itu STKIP terbilang sukses menyerap semua program dari kementerian riset Dikti.

“Kita datang untuk menyerap Ilmu dari pengelolaan STKIP menjadi kampus yang bisa dibilang perkembangannya sangat baik, apalagi STKIP mampu menyerap semua program dari kementerian riset dikti, sehingga kami merasa perlu belajar dari STKIP” terang Rudihartono Ismail, saat ditemui Minggu (16/7/2017).

Sementara itu, Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong, Rustamadji mengatakan kampus STKIP selalu terbuka kepada siapa saja yang datang berkunjung, dan tentunya untuk memuliakan tamu apalagi yang hendak belajar sukses bersama, maka seluruh jajaran STKIP Muhammadiyah Sorong siap berbagi ilmu maupun pengalaman.

“Kami bangga yah jika ada perguruan tinggi lain yang hendak datang dan mengambil Ilmu, kami selalu welcome karena banyak yang datang kesini, dan kami selalu berprinsip jika ingin lebih sukses harus mendorong orang lain untuk sukses, oleh karena itulah kami selalu siap menerima dan berbagi,” jelas Rustamadji.

Selama 4 hari, dosen dan staf Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Wamena melakukan study banding di STKIP Muhammadiyah Sorong dimulai dari pengelolaan administrasi, kemahasiswaan, keuangan hingga belajar menata kampus agar tampak indah dan menarik. (Yudhi/AKS)

STISIP Wamena Dukung Publikasi Riset, Yapis Papua Tingkatkan SDM IT

JAYAPURA — Mendukung publikasi hasil penelitian dan riset dosen maupun mahasiswa ke dunia luar menggunakan teknologi informasi (IT), Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Papua terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu langkah yang diambil yakni dengan mengadakan pelatihan- pelatihan.

Antusias peserta Pelatihan Open Jurnal System

Yang terbaru dilaksanakan yakni Workshop Publikasi Internasional dan Pelatihan Open Jurnal System (OJS) berlangsung selama dua hari sejak Jumat (24/02/2017) hingga Sabtu (25/02/2017) dan diikuti lima perguruan tinggi dibawah naungan YAPIS.

Wakil Rektor Uniyap Papua, Dr M Yamin Noch, SE.,M.SA mengatakan, sebagai penyelenggara pendidikan tinggi di Indonesia wajib mempublikasikan hasil-hasil riset ataupun penelitian dosen maupun mahasiswa.
“Karena ini merupakan wujud dari akuntabilitas penyelenggara perguruan tinggi di Indonesia. Kebetulan di tahun 2017, semua layanan kepada dosen perguruan tinggi memanfaatkan teknologi berbasis online,” kata Yamin beberapa waktu lalu.
Antusias peserta sangat tinggi, dimana pemateri berikan secara detail tentang pemahaman dan sekaligus cara mengakses hasil penelitian ke publik.
“Kalau Uniyap sendiri program ini sudah dimulai, namun masih terkendala dengan adanya perubahan server pusat sehingga kami harus update dari sistem yang baru. Empat perguruan tinggi lainnya baru mau mulai,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, untuk materi publikasi internasional diisi DR. Ismail Suwadi Wekke salah satu dosen Stain Muhammadiyah Sorong, sedangkan Khoiril Anwar hadir sebagai narasumber Google Application for Education.
Ditempat terpisah, Khoiril Anwar, narasumber Google Application for Education menyebutkan, penggunaan google application for education sangat penting untuk menunjang kegiatan akademis secara elektronik. Ia menilai, selama ini, sudah ada penerbitan jurnal, hanya saja pengelolaannya secara cetak.
“Sedang pengelolaan secara elektronik belum ada,” kata Khoiril saat dijumpai tim Cendana News sebelum meninggalkan Kota Jayapura.
Ia pun berharap dengan mengikuti kegiatan ini peserta dapat mengelola jurnal secara elektronik dengan maksimal.

Selain mengelola jurnal, ditambahkan pria yang memiliki dua orang anak ini mengaku peserta juga diberi pekerjaan rumah yaitu memperkuat indek jurnal dengan membuat artikel ilmiah versi populer di kompasiana.
“Dan juga menjadi kontributor di Wikipedia serta menjadi penulis tamu di jurnal lain dan web lainnya,” katanya.
Sementara DR. Ismail Suwardi Wekke saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan workshop menjadi sarana untuk perencanaan kegiatan penerbitan ilmiah, dimana kegiatan tersebut melanjutkan bimtek sebelumnya.
“Ini kelanjutan dari kegiatan-kegiatan sebelumnya,” tulis Suwardi dalam medsosnya ke Cendana News.
Saat ditanya soal pendidikan di era modern yang penuh teknologi, menurutnya di Tanah Papua secara keseluruhan banyak kemajuan. “Diperlukan sinergi antar komponen bangsa sehingga bisa lebih maju lagi,” kata Suwardi dari telepon selulernya.
Dalam Workshop dan pelatihan tersebut diikuti lima perguruan tinggi yaitu Universitas YAPIS Papua, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Yapis Biak, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, STIE YAPIS Merauke dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Yapis Manokwari. (cendananews)

Rektor UMI Orasi Ilmiah di Wamena

UMI Makassar – Rektor UMI bawakan orasi ilmiah di dihadapan anggota senat dan peserta wisuda sarjana ke 8 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Yasip Wamena Kab. Jayawijaya (28/11).

Hadir Koordinator Kopertis Wil. XIV, ketua DPRD Kab. Jayawijaya, Bupati dan forum komunikasi pimpinan daerah, pengurus Yapis Papua pusat, ketua pengurus yayasan dan perguruan tinggi cabang Yapis se Papua, pimpian perguruan tinggi se tanah Papua, pimpinan lembaga pemerintah, BUMN, BUMD kab. Jayawijaya, anggota senat STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena.

Event ini dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat seperti menghadirkan dosen dari UMI untuk memberikan kuliah umum di STISIP Yapis Wamena dan studi lanjut bagi dosen STISIP.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof.Dr.Hj. Masrurah Mokhtar, MA membawakan makalah berjudul ‘gender dalam persepktif Islam dan pendidikan mengatakan pendidikan bukan hanya dianggap dan dinyatakan sebagai unsur utama dalam pencerdasan bangsa melainkan juga sebagai produk atau konstruksi sosial.

“Karena itu pendidikan memiliki andil bagi terbentuknya relasi gender di masyarakat, menuntut ilmu adalah wajib bagi laki dan perempuan dan Allah meninggikan derajat bagi orang yang beriman dan berilmu tanpa melihat jenis kelaminnya,” terangnya.

Sementara itu, ketua STISIP Yapis Wamena, yang juga alumni program doktor PPs UMI DR H Rudi Hartono Ismail, M.Pd., melaporkan bahwa peserta wisuda sebanyak 165 org terdiri atas 155 orang lulusan program studi administrasi negara (S-1) dan 10 orang lulusan program studi diploma 3 administrasi publik. Jumlah alumni sebanyak 1071 orang. Hal ini berarti lembaga ini telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pengembangn SDM di Papua.

Disela-sela kunjungan ke Wamena selama 3 hari, Rektor UMI menyempatkan mengunjungi perkampungan muslim di kec. Walesi dan memberikan bantuan kepada panitia pembangunan masjid muslim Walesi yang disambut gembira dan keharuan masyarakat muslim di Walesi.

(Humas UMI)

UNISMA SIAP DIDIK UMMAT DI PAPUA BERSAMA STISIP WAMENA

Malang. 11/05/2016 Universitas Islam Malang melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan  Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yayasan Pendidikan Islam Wamena.

Acara dilangsungkan di ruang sidang gedung Umar Bin Khottob lantai 2, dihadiri jajaran Raktorat dan yayasan Unisma, Dekan Fakultas, Direktur Pascasarjana, Ketua Unit dan Lembaga di lingkungan Unisma. Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, Dr. Rudi Hartono Ismail, M.Pd  menyatakan bangga bisa berkunjung ke kampus hijau Unisma. “Praktik terbaik dari pendidikan berkarakter Islam Aswaja terbukti berlangsung baik di Unisma. Kami datang untuk berguru ke saudara tua agar mendapat pengalaman dan pengetahuan  terbaik.” Tuturnya. Ia berharap nota kesepahaman dapat segera diimplementasikan utamanya  dalam bidang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menyatakan bahwa Unisma terbuka terhadap tamu siapa saja, apalagi STISIP Yapis Wamena yang mengusung pendidikan karakter Islam yang kuat. “Kami saat ini sedang memacu diri untuk masuk klaster 1 Perguruan Tinggi, maka kami berusaha melakukan yang terbaik, termasuk menjalin kerjasama dengan berbagai kampus.” Ujar Rektor asal Tuban tersebut. Ia juga menambahkan bahwa Unisma siap mengirim mubaligh dan kyai ke STISIP YAPIS Wamena untuk memberi pencerahan dan berdakwah untuk ummat di Papua. Ia juga mengingatkan agar shalawat dibudayakan  untuk dilantunkan di kampus STISIP.

Sementara Ketua Yayasan Yapis Wamena, Bapak Sanggup Abidin berharap kerjasama ini dapat segera terwujud dan bukan menjadi nota di atas kertas. “Mari bersama kita tunjukkan persamaan kita dengan saudara-saudara kita di Papua yang masih perlu disentuh kualitas SDM dan membutuhkan dakwah yang lebih intensif. Kita belum disebut sebagai orang Indonesia jika belum berkunjung ke Papua.” Tutupnya seraya bergurau. Ada harapan besar dari saudara muda di Wamena untuk bersama-sama melakukan pendidikan yang berkarakter Islam Aswaja. Unisma siap berkhidmat untuk Papua. (AA)

sumber

Kerjasama STPMD “APMD” dengan STISIP WAMENA

Pada hari Selasa, tanggal 29 Maret 2016, bertempat di kampus STPMD “APMD” Yogyakarta telah ditandatangani Kesepakatan Bersama antara STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena dan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta.

Kesepakatan bersama ditandatangani oleh Dr. H. Rudihartono Ismail, M.Pd, sebagai Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena berkedudukan di Jalan Yos Sudarso Wamena dan Habib Muhsin, S.Sos., M.Si, sebagai Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta, Yogyakarta disaksikan oleh Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan 17 beserta segenap Wakil Pimpinan dan para Pengurus Program Studi dan Kepala P3M STPMD “APMD”. Maksud Kesepakatan Bersama ini adalah untuk melakukan kerjasama dalam Peningkatan dan Pengembangan Perguruan Tinggi melalui Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Adapun tujuan Kesepakatan Bersama ini adalah untuk melakukan kerjasama secara terpadu, koordinatif, sinergis, dalam mengembangkan sumber daya kampus melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ruang lingkup Kesepakatan Bersama ini meliputi Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

sumber

Ke Kudus, STISIP Wamena MoU dengan UMK

UMK – Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, Papua resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Muria Kudus (UMK). Kerja sama antara kedua belah pihak ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Undertanding (MoU), Rabu (13/4/2016).

MoU ditandatangani oleh Rektor UMK Dr. H. Suparnyo SH. MS. dan ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, Dr. H. Rudihartono Ismail M.Pd. di Ruang VIP Gedung Rektorat UMK. Kerja sama ini meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan lainnya yang saling menguntungkan.

Rudihartono menyampaikan, perguruan tinggi yang dipimpinnya tertarik melakukan kerja sama dengan UMK, karena kampus swasta terbesar di Pantura Timur Jawa Tengah, ini dinilainya memiliki kesamaan visi dan kelebihan-kelebihan yang bisa dipelajari untuk pengembangan STISIP.

‘’Ada visi yang menarik di UMK ini, antara lain menjaga nilai-nilai budaya dan juga semangat memajukan lembaganya yang sangat bagus. Ini yang membuat kami tertarik untuk menjalin kerja sama dengan UMK,’’ ungkapnya didampingi Hidayat Wenda S.Sos, salah satu dosen STISIP yang mendampinginya.

Di depan pimpinan UMK dan pengurus Yayasan Pembina (YP) UMK yang hadir, Rudihartono menyampaikan berbagai hal (program) yang bisa laksanakan bersama. ‘’Antara lain bisa melakukan penelitian atau seminar bersama. Kami juga tertarik jika bisa bekerja sama melakukan riset untuk pengembangan pertanian, karena UMK memiliki Fakultas Pertanian,’’ katanya.

Selain itu, program pengabdian masyarakat juga bisa dikerja samakan. ‘’Ke depan, sangat mungkin dan bahkan kami berharap ada teman-teman mahasiswa UMK yang melakukan KKN di Papua,’’ tuturnya.

Mengenai pengembangan pertanian, Hidayat Wenda menceritakan, pertanian di Papua sangat prospektif untuk dikembangkan. ‘’Lahan di Papua sangat subur dan bisa dipergunakan untuk pengembangan pertanian. Hanya saja, hingga saat ini belum tergarap maksimal,’’ paparanya.

Rektor UMK Dr. Suparnyo SH. MS., menyambut baik kerja sama dengan STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena. ‘’UMK terbuka untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena,’’ terangnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Drs. Muh Syafei M.Pd. pada kesempatan itu berkesempatan menyampaikan profil kepada tamu dari Papua, baik mengenai kelembagaan berikut sarana prasarana pendukungnya hingga prestasi-prestasi mahasiswanya.

Rudihartono Ismail dan stafnya dari STISIP juga diajak melihat beberapa fasilitas kampus UMK, antara lain di Gedung Djarum Foundation, Biro Administrasi Akdemik dan Kemahasiswaan, UPT Sistem Informasi, dan juga Waroeng Prancis.

Sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat, pimpinan STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena diajak berkunjung ke Menara Kudus, yang disambut oleh pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Denny Nur Hakim. (Eros-Portal)

sumber