Amal Ilmiah YAPIS Wamena

Kemahasiswaan

Wakil Ketua III Sosialisasikan Tentang PKKMB 2018

Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena melalui Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan melakukan sosialisasi surat edaran Kemristekdikti nomor : 413/B/SE/VII/2018 tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2018 kepada para Panitia PKKMB 2018 dilaksanakan pada hari Senin tanggal 23 Juli 2018, bertempat di Aula STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena.

Penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018 telah dimulai, dan perlu dilakukan sosialisasi kepada para panitia yang terlibat untuk menekankan betapa pentingnya merencanakan secara matang agar dapat dijadikan momentum bagi mahasiswa baru untuk mendapat informasi yang tepat mengenai sistem pendidikan di perguruan tinggi baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Pelaksanaan PKKMB merupakan tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi, sedangkan unsur lainnya seperti dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa ikut membantu pelaksanaan kegiatan ini. Oleh karenanya implementasi PKKMB perlu diperkuat dengan peraturan internal perguruan tinggi agar terhindar dari pelanggaran tata tertib, norma, etika dan hukum.

PKKMB bertujuan untuk mengenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa, serta memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus. (Humas)

Pelatihan Budidaya dan Olahan Jamur Tiram

STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih mengadakan pelatihan Kewirausahaan dengan tema “Pelatihan Budidaya dan Olahan Jamur Tiram” sebagai sarana menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan Mahasiswa.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari, yaitu pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2018 bertempat di Auditorium Anwaruddin STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena ini dihadiri oleh 35 peserta utusan dari 8 Perguruan Tinggi Swasta di kota Wamena.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa sebagai langkah awal mengenal dunia kewirausahaan dan sekaligus menunjang program Kemristekdikti yang mewajibkan mata kuliah Kewirausahaan ada dalam kurikulum setiap Perguruan Tinggi. Disamping itu, sebagai sarana untuk mengubah pola pikir para mahasiswa dalam mencari pekerjaan. Dimana mereka tidak melulu bercita-cita sebagai PNS semata namun mulai belajar mandiri dengan berani membuka peluang usaha dan memperkerjakan orang lain yang pada akhirnya mampu membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran di Kota Wamena. (Humas)

KETUA STISIP LANTIK PENGURUS LLM DAN BEM YANG BARU PERIODE 2018 – 2020

Ketua STISIP, Dr. H. Rudihartono Ismail, M.Pd melantik kepengurusan baru Lembaga Legislatif Mahasiswa (LLM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, pada hari Sabtu, 2 Juni 2018.

Pelantikan yang berlangsung di Auditorium Anwaruddin STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, dihadiri pula oleh Ketua YAPIS di Tanah Papua Cabang Kabupaten Jayawijaya, Wakil Ketua III STISIP, Kepala LPM STISIP, Para Ketua Prodi dan dosen, Kepala Bagian di lingkungan STISIP, Ketua LLM dan Presiden BEM periode sebelumnya beserta jajaran, Perwakilan Mahasiswa dari beberapa Kampus di Kota Wamena.

Dalam sambutannya Bapak Ketua STISIP mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian para Pengurus di periode sebelumnya terutama kepada UKM Seni yang berhasil menorehkan beberapa prestasinya. Dan menghimbau kepada seluruh pengurus yang baru dilantik untuk memperbaiki hasil kerja pengurus sebelumnya dan lebih aktif dalam mensukseskan agenda lembaga baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. (humas)

PKKMB MAHASISWA BARU 2017

STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) atau OSPEK Tahun Akademik 2017/2016.

PKKMB atau OSPEK merupakan kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang menempuh jenjang perguruan tinggi. Ospek dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru. Dengan kata lain bahwa baik tidaknya kepribadian mahasiswa di sebuah perguruan tinggi dapat terlihat oleh baik tidaknya pelaksanaan Ospek di perguruan tinggi tersebut.

Pada dasarnya, Ospek merupakan pintu ilmu bagi mahasiswa-mahasiswi. Pintu itu akan dibuka dan dicermati atau dipelajari secara saksama oleh mahasiswa-mahasiswi baru untuk memperdalam ilmunya. Bila dari pintunya saja sudah buruk, maka pola pikirnya bisa saja terus menduga bahwa di dalam pintu akan sama buruknya.

Adapun tujuan OSPEK adalah:

  1. Mengenal dan memahami lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya,
  2. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Perguruan Tinggi serta mematuhi dan melaksanakan norma-norma yang berlaku di kampus, khususnya yang terkait dengan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa,
  3. Menumbuhkan rasa persaudaraan kemanusiaan di kalangan civitas akademika dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, tertib, dan dinamis,
  4. Menumbuhkan kesadaran mahasiswa baru akan tanggung jawab akademik dan sosialnya sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,
  5. Untuk bisa saling beradaptasi antar sesama Mahasiswa dilingkungan kampus.

MENWA STISIP, SIAP BELANEGARA

Pembaretan anggota menwa baru oleh Ketua STISIP Dr. H. Rudihartono Ismail, M.Pd.

Di bawah  kaki gunung jayawijaya di kota Wamena Papua, bertempat di lapangan Markas Komando Kodim 1702/Jayawijaya upacara pembukaan Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) Resimen Mahasiswa Cendrawasih Satuan STISIP Amal Ilmiah resmi dibuka.

Tanah Papua, terutama yang berada di Wilayah Pegunungan Tengah, sering diidentikkan sebagai daerah tempat tumbuh suburnya gerakan separatis. Daerah dengan tingkat nasionalisme di bawah rata-rata.

Namun sentimen negatif tersebut tidak sepenuhnya benar. Semangat nasionalisme dan bela negara masih ada di dalam dada kaum muda Papua.

Begitulah yang dirasakan oleh 15 orang mahasiswa STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, dalam acara Penutupan Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa, yang dilaksanakan pada Rabu 16 Agustus 2017 bertempat di Lapangan Kodim 1702 Jayawijaya.

Acara penutupan tersebut dirangkaikan dengan prosesi pembaretan yang dilakukan langsung oleh Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, Rudihartono Ismail.

Dalam sambutannya, Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena berpesan bahwa mereka yang terpilih menjadi Resimen Mahasiswa adalah komunitas mahasiswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata mahasiswa biasa.

Maka kepada mereka, Resimen Mahasiswa, diharapkan bisa menjadi pemantik rasa nasionalisme dan bela negara di lingkungan kampus. Juga wajib menjadi sosok mahasiswa yang layak diteladani.

Dengan dilantiknya 15 orang Resimen Mahasiswa, menjadikan STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi di Wilayah Pegunungan Tengah Papua yang memiliki Satuan Resimen Mahasiswa.

“Kami berharap ke depan, STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena dapat menjadi kampus yang memelopori berdirinya Resimen Mahasiswa. Semoga kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada kampus lain untuk juga bisa membentuk Resimen Mahasiswa. Kampus kami sudah memulai, semoga kampus lain melakukan hal serupa.” Ungkap Presiden BEM STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena. (indotim)

Piter Rumaropen latih STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena

Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena Bapak Dr. H. Rudihartono Ismail, M.Pd. dan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Bapak H. Agus Sumaryadi, M.Si. foto bersama para pemain dan pelatih sebelum tampil di turnamen JWW Cup-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, tidak tanggung-tanggung ikut turnamen sepak bola antar perguruan tinggi, JWW cup 2017.

Buktinya mereka mengkontrak mantan striker Persiwa Wamena, Piter Rumaropen sebagai pelatih. Untuk zona Jayawijaya, pertandingan mulai bergulir 11 Maret 2017, di Wamena.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, Dr. H. Rudy Hartono Ismail, MPD mengatakan turnamen JWW cup merupakan momen baik dan memberi angin segar bagi pihak kampus, mengangkat sepak bola di Papua.

“Harapan kita dengan adanya JWW Cup ini memberikan makna tersendiri di kalangan perguruan tinggi di Papua maupun Papua Barat, khusus di Wamena, dimana untuk mendapatkan bibit-bibit pemain di pegunungan tengah ini atau bahkan dari STISIP Amal Ilmiah Wamena bisa menyumbangkan bibit pemain sepak bola hingga ke tingkat nasional,” kata Rudy kepada Jubi saat memantau latihan timnya di lapangan Pendidikan Wamena, Rabu (8/3/2017).

Sebagai pimpinan kami mensuport baik secara finansial maupun materi kepada mahasiswa, sehingga bisa berlatih secara maksimal untuk mempersiapkan diri dalam JWW cup ini.

“Target, ya ingin juara, sekaligus menjadi wakil pegunungan tengah ini, sehingga bisa tampil di Jayapura,” katanya.

Perekrutan mahasiswa yang tampil  di turnamen ini sangat selektif. Seleksi pemain dilakukan di kampus STISIP Amal Ilmiah Wamena. Hasilnya akan terpilih 25 pemain kemudian diserahkan buat pelatih.

“Pemain yang dipilih ini dari berbagai tingkat mulai dari semester dua hingga semester delapan. Kami juga ingin agar tim ini nantinya dapat dipersiapkan ke iven-iven lainya yang berskala nasional agar lebih baik lagi.

Pelatih STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, Piter Rumaropen mengakui persiapan pemain hingga kini masih digenjot pagi dan sore hari latihan rutin.

“Persiapan sudah sangat siap tidak ada kekurangan, tinggal dikembalikan ke anak-anak untuk menghadapi turnamen JWW Cup nanti,” kata Piter Rumaropen. (*)