Amal Ilmiah YAPIS Wamena

Daily Archives: 2 April 2018

Seminar Internasioan (ICETES) 2018.

KBRN, Wamena : Guna Menggairahkan Mahasiswa dan Dosen untuk melakukan penilitian berskala Internasional/ Sekolah Tinggi Ilmu Sosila dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Wamena menggelar Internasional Conference on Education and Technology for Environmental Sustanability (ICETES) 2018.

Dalam Seminar yang berlangsung selama dua hari tersebut, STISIP AI Yapis Wamena,  menghadirkan narasumber dari Australia National University, Universitas Sains Malaysia dan Dari STAIN Sorong Papua Barat.

Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena Dr. H. Rudihartono Ismail, M.Pd  mengatakan seminar tersebut sebagai implementasi dari salah satu Tri Darma Perguruan tinggi yakni, Penelitian dan pengembangan.

“Tri Darma perguruan tinggi itu ada tiga, yang pertama pendidikan dimana hal  itu setiap hari kita lakukan di dalam kelas. Yang Kedua adalah Penelitian. Seminar ini kita laksanakan dengan tujuan untuk mengajak para Dosen dan Mahasiswa untuk melakukan penelitian-penelitian yang berskala Internasional,” kata Dr. Rudihartono Ismail, Sabtu (31/3/2018).

Untuk seminar berskala Nasioanl, kata Rudihartono, sudah sering dilakukan oleh pihaknya, namun untuk skala Internasional hanya mengirimkan utusan ke beberpa daerah yang melakukan seminar.

“Kalau nasional sudah sering dilakukan, namun untuk Internasional kita hanya mengirimkan ke beberapa daerah seperti Samarinda, di Riau, Maksssar dan Jakarta. Sekarang STISIP mengadakan Seminar Internasioanl yang diadakan di sini,” ungkapnya.

Dikatakan, pemateri dalam ICETES 2018 adalah pemateri dari Luar negeri seperti  dari Prof Kathryn Robinson Ph,D dari Australia National University serta Prof.Rohizani Yakub, Ph.d dari Univercity Sains Malaysia.

“Jadi Prof Kathryn Robinson  dari Australia Nasional University ini  mengajarkan kita menulis karya ilmiah, banyak orang punya kemampuan tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menulis. Sedangkan untuk Prof.Rohizani Yakub, Ph.d dari Univercity Sains Malaysia, memberikan metrologi bagaimana mengembangkan tulisan -tulisan itu, karena menulis itu ada caranya untuk dilakukan secara ilmiah, tidak hanya mendengar tetapi untuk menginspirasi diri untuk bisa membuat satu tulisan-tulisan,” katanya.

Sementara salah satu Dosen STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, Yan Pieter Reba, SE, MSi menilai jika ia sangat bangga dengan terobosan -terobosan yang diambil oleh STISIP Wamena terkait dengan pengembangan SDM mahasiswa, dalam arti memang masih membutuhkan pengembangan Iptek baik diluar dan didalam Negeri sebagai Motivasi dalam belajar mengajar disini.

“Apa yang diseminarkan ini nantinya akan menjadi suatu metode pembelajaran agar kita juga bisa mengangkat wawasan dari mahasiswa ini terkait dengan pengembangan SDM dan Tecknology ,” katanya. (MT/HF)/(RRI)