Amal Ilmiah YAPIS Wamena

Daily Archives: 26 Februari 2017

STISIP Wamena Dukung Publikasi Riset, Yapis Papua Tingkatkan SDM IT

JAYAPURA — Mendukung publikasi hasil penelitian dan riset dosen maupun mahasiswa ke dunia luar menggunakan teknologi informasi (IT), Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Papua terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu langkah yang diambil yakni dengan mengadakan pelatihan- pelatihan.

Antusias peserta Pelatihan Open Jurnal System

Yang terbaru dilaksanakan yakni Workshop Publikasi Internasional dan Pelatihan Open Jurnal System (OJS) berlangsung selama dua hari sejak Jumat (24/02/2017) hingga Sabtu (25/02/2017) dan diikuti lima perguruan tinggi dibawah naungan YAPIS.

Wakil Rektor Uniyap Papua, Dr M Yamin Noch, SE.,M.SA mengatakan, sebagai penyelenggara pendidikan tinggi di Indonesia wajib mempublikasikan hasil-hasil riset ataupun penelitian dosen maupun mahasiswa.
“Karena ini merupakan wujud dari akuntabilitas penyelenggara perguruan tinggi di Indonesia. Kebetulan di tahun 2017, semua layanan kepada dosen perguruan tinggi memanfaatkan teknologi berbasis online,” kata Yamin beberapa waktu lalu.
Antusias peserta sangat tinggi, dimana pemateri berikan secara detail tentang pemahaman dan sekaligus cara mengakses hasil penelitian ke publik.
“Kalau Uniyap sendiri program ini sudah dimulai, namun masih terkendala dengan adanya perubahan server pusat sehingga kami harus update dari sistem yang baru. Empat perguruan tinggi lainnya baru mau mulai,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, untuk materi publikasi internasional diisi DR. Ismail Suwadi Wekke salah satu dosen Stain Muhammadiyah Sorong, sedangkan Khoiril Anwar hadir sebagai narasumber Google Application for Education.
Ditempat terpisah, Khoiril Anwar, narasumber Google Application for Education menyebutkan, penggunaan google application for education sangat penting untuk menunjang kegiatan akademis secara elektronik. Ia menilai, selama ini, sudah ada penerbitan jurnal, hanya saja pengelolaannya secara cetak.
“Sedang pengelolaan secara elektronik belum ada,” kata Khoiril saat dijumpai tim Cendana News sebelum meninggalkan Kota Jayapura.
Ia pun berharap dengan mengikuti kegiatan ini peserta dapat mengelola jurnal secara elektronik dengan maksimal.

Selain mengelola jurnal, ditambahkan pria yang memiliki dua orang anak ini mengaku peserta juga diberi pekerjaan rumah yaitu memperkuat indek jurnal dengan membuat artikel ilmiah versi populer di kompasiana.
“Dan juga menjadi kontributor di Wikipedia serta menjadi penulis tamu di jurnal lain dan web lainnya,” katanya.
Sementara DR. Ismail Suwardi Wekke saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan workshop menjadi sarana untuk perencanaan kegiatan penerbitan ilmiah, dimana kegiatan tersebut melanjutkan bimtek sebelumnya.
“Ini kelanjutan dari kegiatan-kegiatan sebelumnya,” tulis Suwardi dalam medsosnya ke Cendana News.
Saat ditanya soal pendidikan di era modern yang penuh teknologi, menurutnya di Tanah Papua secara keseluruhan banyak kemajuan. “Diperlukan sinergi antar komponen bangsa sehingga bisa lebih maju lagi,” kata Suwardi dari telepon selulernya.
Dalam Workshop dan pelatihan tersebut diikuti lima perguruan tinggi yaitu Universitas YAPIS Papua, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Yapis Biak, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, STIE YAPIS Merauke dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Yapis Manokwari. (cendananews)