Amal Ilmiah YAPIS Wamena

Rektor UMI Orasi Ilmiah di Wamena

UMI Makassar – Rektor UMI bawakan orasi ilmiah di dihadapan anggota senat dan peserta wisuda sarjana ke 8 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Yasip Wamena Kab. Jayawijaya (28/11).

Hadir Koordinator Kopertis Wil. XIV, ketua DPRD Kab. Jayawijaya, Bupati dan forum komunikasi pimpinan daerah, pengurus Yapis Papua pusat, ketua pengurus yayasan dan perguruan tinggi cabang Yapis se Papua, pimpian perguruan tinggi se tanah Papua, pimpinan lembaga pemerintah, BUMN, BUMD kab. Jayawijaya, anggota senat STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena.

Event ini dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat seperti menghadirkan dosen dari UMI untuk memberikan kuliah umum di STISIP Yapis Wamena dan studi lanjut bagi dosen STISIP.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof.Dr.Hj. Masrurah Mokhtar, MA membawakan makalah berjudul ‘gender dalam persepktif Islam dan pendidikan mengatakan pendidikan bukan hanya dianggap dan dinyatakan sebagai unsur utama dalam pencerdasan bangsa melainkan juga sebagai produk atau konstruksi sosial.

“Karena itu pendidikan memiliki andil bagi terbentuknya relasi gender di masyarakat, menuntut ilmu adalah wajib bagi laki dan perempuan dan Allah meninggikan derajat bagi orang yang beriman dan berilmu tanpa melihat jenis kelaminnya,” terangnya.

Sementara itu, ketua STISIP Yapis Wamena, yang juga alumni program doktor PPs UMI DR H Rudi Hartono Ismail, M.Pd., melaporkan bahwa peserta wisuda sebanyak 165 org terdiri atas 155 orang lulusan program studi administrasi negara (S-1) dan 10 orang lulusan program studi diploma 3 administrasi publik. Jumlah alumni sebanyak 1071 orang. Hal ini berarti lembaga ini telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pengembangn SDM di Papua.

Disela-sela kunjungan ke Wamena selama 3 hari, Rektor UMI menyempatkan mengunjungi perkampungan muslim di kec. Walesi dan memberikan bantuan kepada panitia pembangunan masjid muslim Walesi yang disambut gembira dan keharuan masyarakat muslim di Walesi.

(Humas UMI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *