STISIP

Amal Ilmiah YAPIS Wamena

KETUA STISIP LANTIK PENGURUS LLM DAN BEM YANG BARU PERIODE 2018 – 2020

Ketua STISIP, Dr. H. Rudihartono Ismail, M.Pd melantik kepengurusan baru Lembaga Legislatif Mahasiswa (LLM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, pada hari Sabtu, 2 Juni 2018.

Pelantikan yang berlangsung di Auditorium Anwaruddin STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, dihadiri pula oleh Ketua YAPIS di Tanah Papua Cabang Kabupaten Jayawijaya, Wakil Ketua III STISIP, Kepala LPM STISIP, Para Ketua Prodi dan dosen, Kepala Bagian di lingkungan STISIP, Ketua LLM dan Presiden BEM periode sebelumnya beserta jajaran, Perwakilan Mahasiswa dari beberapa Kampus di Kota Wamena.

Dalam sambutannya Bapak Ketua STISIP mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian para Pengurus di periode sebelumnya terutama kepada UKM Seni yang berhasil menorehkan beberapa prestasinya. Dan menghimbau kepada seluruh pengurus yang baru dilantik untuk memperbaiki hasil kerja pengurus sebelumnya dan lebih aktif dalam mensukseskan agenda lembaga baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. (humas)

“TIPS DAN TRIK DALAM MENGGUNAKAN GOOGLE SCHOLAR DAN SINTA”

           Dalam upaya meningkatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena bekerjasama dengan STAIN Sorong Papua mengadakan pelatihan “Tips dan Trik dalam Menggunakan Google Scholar dan SINTA”. Menghadirkan Bapak Dr. Rudihartono Ismail, M.Pd. dan Bapak Ismail Suardi Wekke, M.A., Ph.D. sebagai narasumber.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 28 Mei 2018 bertempat di Ruang Rapat Lantai II, Gedung Rektorat STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, berjalan lancar dan diikuti oleh 22 Orang Dosen. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas dalam bidang publikasi ilmiah dan untuk mengetahui tips dan trik dalam memanfaatkan Google Scholar dan SINTA. (humas)

Program Studi Ilmu Pemerintahan STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena Menyelenggarakan “PENDIDIKAN PEMILIH PEMULA”

Program studi Ilmu Pemerintahan STISIP Wamena menggandeng KPU Kabupaten Jayawijaya melakukan sosialilasi pendidikan pemilih pemula bagi para siswa SMA di Kota Wamena dan Mahasiswa STISIP pada tanggal 3 Mei 2017. Siswa dan mahasiswa yang sudah memiliki hak pilih pada pemilu tersebut diharapkan mampu menciptakan pemilu yang sukses, aman dan cerdas. Mengusung tema “Menuju Pemilu Demokratis Partisipatif 2019” kegiatan tersebut bertujuan untuk mendidik sekaligus memberikan informasi kepada pemilih pemula menjadi pemilih yang cerdas dalam menghadapi tahun politik saat ini.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Anwarudin STISIP ini diikuti oleh siswa perwakilan dari SMA N 1 Wamena, SMK N 1 Wamena, SMA YPPK Santo Thomas, SMA PGRI Wamena, SMK YAPIS dan mahasiswa STISIP. Para peserta kegiatan yang sudah bisa memberikan hak pilih tersebut diarahkan untuk menjadi pioner pemilu di masa depan.

Ketua KPU Kabupaten Jayawijaya, Adi Wetipo SIP MA hadir sebagai tamu undangan sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Beliau mengatakan, “pemilih pemula memiliki peranan yang strategis dalam menyongsong Pemilu mendatang. Sebab, para pemilih pemula merupakan pioner pemilu masa depan. Khususnya di Kabupaten Jayawijaya yang pada tahun 2018 akan menghadapi pemilu tingkat Kabupaten dan Provinsi Papua.”

Menurut dia, pemilih pemula merupakan regenerasi yang akan menentukan masa depan bangsa kedepannya. Untuk itu sejak dini KPU akan intens memberikan arahan agar siswa dan mahasiswa menjadi pemilih yang memiliki integritas dan tidak ikut-ikutan dalam menyalurkan hak pilih.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Siti Khitmatul Rizqi, SIP Msi menuturkan hal senada. Dia menambahkan “Mereka ini yang menentukan demokrasi kita kedepan. Pemilu cerdas akan terwujud manakala pemilih pemula sebagai generasi masa depan mau merubah pola pikir masyarakat tentang pemilu. Minimal, para siswa dan mahasiswa ini bisa mengajari politik yang baik kepada orang tua mereka masing-masing. Agar masyarakat tidak hanya ikut-ikutan mencoblos di TPS. Tapi mereka mampu memanfaatkan kecerdasan mereka untuk memilih pemimpin yang layak,”

Di penghujung acara, Ketua STISIP Wamena, Dr. H. Rudihartono Ismali, M.Pd menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KPU Kabupaten Jayawijaya yang sudah berkenan hadir sekaligus memberikan materi tentang “Pendidikan Pemilih Pemula”. Beliau juga menambahkan, pelatihan atau pendidikan ini sangat strategis, karena pemilih pemula tidak lagi ikut-ikutan memilih. Semoga kedepan STISIP Wamena dapat melanjutkan kegiatan ini dan terus bekerja sama dengan KPU Kabupaten Jayawijaya demi mencerdaskan para pemilih pemula yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

STISIP Menyelenggarakan Workshop SPMI

STISIP Amal Ilmiah YAPIS WAMENA baru-baru ini telah melakukan workshop SPMI dengan Thema : Penyusunan Rencana Mutu dan praktek Audit Internal berbasis akreditasi. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi dosen tentang bagaimana cara mengaudit mutu internal yang berbasis akreditasi sekaligus mempersispakan tenaga untuk menjadi Auditor SPMI di Lingkungan STISIP Amal Ilmiah Yapis wamena dan juga untuk membekali dosen dalam penyusunan RPS yang disesuaikan dengan kurikulum berbasis KKNI. Narasumber dalam Workshop ini adalah Prof. Dr. Ir. ABD. Makhsud, DEA, Ketua LPM UMI Makassar dan Prof. Dr. Dirayah Rauf Husain, M.Sc. Workshop ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai pada tanggal 19 sampai dengan 21 Oktober dengan materi antara lain:

  1. Implementasi SPMI Dan Penyusunan Rencana Mutu
  2. Kebijakan dan Teori Audit Mutu Internal
  3. Perencanaan dan Pelaksanaan Audit Mutu Internal
  4. Penyusunan RPS
  5. Praktek Penyusunan RPS
  6. Praktek Audit Dokumen.

Deklarasi Kebijakan Mutu STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena

STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena telah mendeklarasikan kebijakan mutu pada tanggal 24 Agustus 2017  sebagai sebuah bentuk komitmen yang kuat untuk mengelola pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan mutu yang unggul, sehingga menghasilkan lulusan yang bermutu dan berdayasaing tinggi sebagai persyaratan pelanggan serta undang undang dan peraturan yang berlaku, di mana seluruh sivitas akademika baik yayasan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa bertekad untuk selalu turut dalam usaha penyempurnaan kinerja STISIP Amal IlmiahYapis Wamena secara aktif. STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena akan selalu meninjau dan memperbaiki sistem manajemen mutu pada seluruh tingkatan organisasi.

Budaya mutu STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena  merupakan persepsi dan sistem makna bersama civitas akademika dalam memelihara dan menjaga sistem mutu dilandasi atas azas-azas kebersamaan, penghilangan batas batas antara bawahan dan atasan, komunikasi yang terbuka dan jujur, kesempatan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, fokus pada proses dan dilakukannya perbaikan secara berkesinambungan.  Serta dengan prinsip “tidak ada keberhasilan ataupun kegagalan, yang ada hanyalah pengalaman berharga untuk dipetik hikmahnya.”

Sasaran Mutu STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, antara lain:

  1. Mempunyaiakreditasiterbaik (A) dari BAN PT untuksetiap program studi.
  2. Mempunyai akreditasi B dari BAN PT untuk Institusi
  3. Rata Rata IPK mahasiswa minimal 3.
  4. Indeks Kepuasan Mahasiswa terhadap mutu pelayanan dan fasilitas minimal 2.75.
  5. Indeks Kepuasan Mahasiswa terhadap kinerja dosen minimal 3.00.
  6. Tingkat kelulusan tepat waktu minimal 75% dengan memenuhi peraturan yang berlaku.
  7. Rata-rata waktu tunggu lulusan untuk mendapat pekerjaan maksimal 2 bulan.
  8. Melaksanakan Penjaminan Mutu Internal yang sinkron dengan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal dari BAN PT
  9. Kualifikasi Dosen Minimal Strata 2
  10. Terselesaikan Perubahan Bentuk dari Sekolah TinggiI lmu Sosial Dan Ilmu Politik Amal Ilmiah Yapis Wamena menuju Universitas Amal Ilmiah Wamena Pada Tahun 2018.

PKKMB MAHASISWA BARU 2017

STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) atau OSPEK Tahun Akademik 2017/2016.

PKKMB atau OSPEK merupakan kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang menempuh jenjang perguruan tinggi. Ospek dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru. Dengan kata lain bahwa baik tidaknya kepribadian mahasiswa di sebuah perguruan tinggi dapat terlihat oleh baik tidaknya pelaksanaan Ospek di perguruan tinggi tersebut.

Pada dasarnya, Ospek merupakan pintu ilmu bagi mahasiswa-mahasiswi. Pintu itu akan dibuka dan dicermati atau dipelajari secara saksama oleh mahasiswa-mahasiswi baru untuk memperdalam ilmunya. Bila dari pintunya saja sudah buruk, maka pola pikirnya bisa saja terus menduga bahwa di dalam pintu akan sama buruknya.

Adapun tujuan OSPEK adalah:

  1. Mengenal dan memahami lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya,
  2. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Perguruan Tinggi serta mematuhi dan melaksanakan norma-norma yang berlaku di kampus, khususnya yang terkait dengan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa,
  3. Menumbuhkan rasa persaudaraan kemanusiaan di kalangan civitas akademika dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, tertib, dan dinamis,
  4. Menumbuhkan kesadaran mahasiswa baru akan tanggung jawab akademik dan sosialnya sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,
  5. Untuk bisa saling beradaptasi antar sesama Mahasiswa dilingkungan kampus.

MENWA STISIP, SIAP BELANEGARA

Pembaretan anggota menwa baru oleh Ketua STISIP Dr. H. Rudihartono Ismail, M.Pd.

Di bawah  kaki gunung jayawijaya di kota Wamena Papua, bertempat di lapangan Markas Komando Kodim 1702/Jayawijaya upacara pembukaan Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) Resimen Mahasiswa Cendrawasih Satuan STISIP Amal Ilmiah resmi dibuka.

Tanah Papua, terutama yang berada di Wilayah Pegunungan Tengah, sering diidentikkan sebagai daerah tempat tumbuh suburnya gerakan separatis. Daerah dengan tingkat nasionalisme di bawah rata-rata.

Namun sentimen negatif tersebut tidak sepenuhnya benar. Semangat nasionalisme dan bela negara masih ada di dalam dada kaum muda Papua.

Begitulah yang dirasakan oleh 15 orang mahasiswa STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, dalam acara Penutupan Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa, yang dilaksanakan pada Rabu 16 Agustus 2017 bertempat di Lapangan Kodim 1702 Jayawijaya.

Acara penutupan tersebut dirangkaikan dengan prosesi pembaretan yang dilakukan langsung oleh Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, Rudihartono Ismail.

Dalam sambutannya, Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena berpesan bahwa mereka yang terpilih menjadi Resimen Mahasiswa adalah komunitas mahasiswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata mahasiswa biasa.

Maka kepada mereka, Resimen Mahasiswa, diharapkan bisa menjadi pemantik rasa nasionalisme dan bela negara di lingkungan kampus. Juga wajib menjadi sosok mahasiswa yang layak diteladani.

Dengan dilantiknya 15 orang Resimen Mahasiswa, menjadikan STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi di Wilayah Pegunungan Tengah Papua yang memiliki Satuan Resimen Mahasiswa.

“Kami berharap ke depan, STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena dapat menjadi kampus yang memelopori berdirinya Resimen Mahasiswa. Semoga kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada kampus lain untuk juga bisa membentuk Resimen Mahasiswa. Kampus kami sudah memulai, semoga kampus lain melakukan hal serupa.” Ungkap Presiden BEM STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena. (indotim)

STISIP Amal Ilmiah Adakan Workshop Kurikulum Berbasis KKNI

Bertempat di auditorium Anwaruddin, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Amal Ilmiah YAPIS Wamena, Jaya Wijaya, Papua, Ketua Yayasan Pendidikan Islam di Tanah Papua (YAPIS) Cabang Jaya Wijaya, membuka rangkaian acara Seminar dan Lokakarya Nasional.

Dosen dan tenaga kependidikan STISIP Amal Ilmiah YAPIS Wamena mengikuti acara tersebut sebagai rangkaian dalam membangun budaya mutu yang menjadi pilar dalam pengelolaan pendidikan tinggi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua STISIP Amal Ilmiah YAPIS Wamena Dr. Rudihartono Ismail, M.Pd. mengemukakan bahwa pelaksanaan rangkaian tiga kegiatan ini menjadi ikhtiar civitas akademika STISIP Amal Ilmiah untuk mengokohkan pilar-pilar pendidikan tinggi. Bonus yang hendak dicapai adalah wujudnya akreditasi, baik akreditasi program studi maupun institusi.

Secara komprehensif pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dilaksanakan terencana dan berkelanjutan. Dalam seminar yang dilaksanakan merupakan wahana diskusi untuk merumuskan proposal penelitian yang akan dilaksanakan pada kesempatan berikutnya. Dengan demikian, dengan terprogram bagian tri dharma perguruan tinggi diintegrasikan satu sama lain.

Sementara untuk pengelolaan jurnal, publikasi ilmiah menjadi bagian hilir dari semua tiga dharma yang ada. Untuk itu, melatih kemampuan dosen untuk menerbitkan jurnal dan menulis artikel merupakan kompetensi yang dituntut untuk dilatih secara bertahap.

Rangkaian seminar dan lokakarya ini akan berlangsung selama sepekan dengan menghadirkan praktisi pendidikan lintas perguruan tinggi yang berasal dari pelbagai perguruan tinggi di tanah air diantaranya Dr. Dwi Cahyono, Universitas Muhammadiyah Jember; Andi Suwirta, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung; Ismail Suardi Wekke, Ph.D., Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sorong. (Garisdepan)

Studi Banding STISIP Wamena dengan STKIP Muhammadiah Sorong

KBRN, Aimas: Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Wamena melakukan study banding ke STKIP Muhammadiyah Sorong yang dilatar belakangi oleh suksesnya STKIP Muhammadiyah Sorong dalam melakukan beberapa hal termasuk pertimbangan berkembang pesatnya STKIP Muhammadiyah Sorong dalam kurun waktu 12 tahun semenjak didirikan.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Wamena, Dr. H. Rudihartono Ismail, M.pd. mengatakan study banding yang dilakukan untuk mengambil contoh keberhasilan STKIP Muhammadiyah dalam pengelolaan perguruan tinggi, kendati baru, namun kemajuan yang dialami STKIP menyamai perguruan tinggi lainnya yang telah lama berdiri, selain itu STKIP terbilang sukses menyerap semua program dari kementerian riset Dikti.

“Kita datang untuk menyerap Ilmu dari pengelolaan STKIP menjadi kampus yang bisa dibilang perkembangannya sangat baik, apalagi STKIP mampu menyerap semua program dari kementerian riset dikti, sehingga kami merasa perlu belajar dari STKIP” terang Rudihartono Ismail, saat ditemui Minggu (16/7/2017).

Sementara itu, Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong, Rustamadji mengatakan kampus STKIP selalu terbuka kepada siapa saja yang datang berkunjung, dan tentunya untuk memuliakan tamu apalagi yang hendak belajar sukses bersama, maka seluruh jajaran STKIP Muhammadiyah Sorong siap berbagi ilmu maupun pengalaman.

“Kami bangga yah jika ada perguruan tinggi lain yang hendak datang dan mengambil Ilmu, kami selalu welcome karena banyak yang datang kesini, dan kami selalu berprinsip jika ingin lebih sukses harus mendorong orang lain untuk sukses, oleh karena itulah kami selalu siap menerima dan berbagi,” jelas Rustamadji.

Selama 4 hari, dosen dan staf Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) Wamena melakukan study banding di STKIP Muhammadiyah Sorong dimulai dari pengelolaan administrasi, kemahasiswaan, keuangan hingga belajar menata kampus agar tampak indah dan menarik. (Yudhi/AKS)

Piter Rumaropen latih STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena

Ketua STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena Bapak Dr. H. Rudihartono Ismail, M.Pd. dan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Bapak H. Agus Sumaryadi, M.Si. foto bersama para pemain dan pelatih sebelum tampil di turnamen JWW Cup-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, tidak tanggung-tanggung ikut turnamen sepak bola antar perguruan tinggi, JWW cup 2017.

Buktinya mereka mengkontrak mantan striker Persiwa Wamena, Piter Rumaropen sebagai pelatih. Untuk zona Jayawijaya, pertandingan mulai bergulir 11 Maret 2017, di Wamena.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, Dr. H. Rudy Hartono Ismail, MPD mengatakan turnamen JWW cup merupakan momen baik dan memberi angin segar bagi pihak kampus, mengangkat sepak bola di Papua.

“Harapan kita dengan adanya JWW Cup ini memberikan makna tersendiri di kalangan perguruan tinggi di Papua maupun Papua Barat, khusus di Wamena, dimana untuk mendapatkan bibit-bibit pemain di pegunungan tengah ini atau bahkan dari STISIP Amal Ilmiah Wamena bisa menyumbangkan bibit pemain sepak bola hingga ke tingkat nasional,” kata Rudy kepada Jubi saat memantau latihan timnya di lapangan Pendidikan Wamena, Rabu (8/3/2017).

Sebagai pimpinan kami mensuport baik secara finansial maupun materi kepada mahasiswa, sehingga bisa berlatih secara maksimal untuk mempersiapkan diri dalam JWW cup ini.

“Target, ya ingin juara, sekaligus menjadi wakil pegunungan tengah ini, sehingga bisa tampil di Jayapura,” katanya.

Perekrutan mahasiswa yang tampil  di turnamen ini sangat selektif. Seleksi pemain dilakukan di kampus STISIP Amal Ilmiah Wamena. Hasilnya akan terpilih 25 pemain kemudian diserahkan buat pelatih.

“Pemain yang dipilih ini dari berbagai tingkat mulai dari semester dua hingga semester delapan. Kami juga ingin agar tim ini nantinya dapat dipersiapkan ke iven-iven lainya yang berskala nasional agar lebih baik lagi.

Pelatih STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, Piter Rumaropen mengakui persiapan pemain hingga kini masih digenjot pagi dan sore hari latihan rutin.

“Persiapan sudah sangat siap tidak ada kekurangan, tinggal dikembalikan ke anak-anak untuk menghadapi turnamen JWW Cup nanti,” kata Piter Rumaropen. (*)